Tujuh Mobil di Pangkalan Kerinci Rusak dalam Sepekan, Kualitas BBM di Pangkalan Kerinci Disorot

0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

PANGKALAN KERINCI, RBO – Sejumlah pemilik kendaraan di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, mengeluhkan kondisi fuel pump mobil mereka yang berlumpur dan bercampur air. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, sedikitnya tujuh unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan dengan indikasi yang sama.

Kasus tersebut terungkap setelah para pemilik kendaraan membawa mobilnya ke salah satu bengkel di Pangkalan Kerinci. Dari hasil pemeriksaan mekanik, ditemukan adanya lumpur dan air di dalam fuel pump kendaraan yang menggunakan bahan bakar jenis bensin maupun pertalite.

Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 38 detik yang beredar luas, seorang mekanik bengkel menjelaskan bahwa selama sepekan terakhir pihaknya menangani tujuh mobil dengan kasus serupa. Kendaraan tersebut terdiri dari empat unit Toyota Innova, dua unit Suzuki APV, dan satu unit Toyota Agya.

“Masalahnya ini teman-teman, lumpur yang berada di fuel pump mobil. Sudah tujuh mobil dengan kasus yang sama dalam satu minggu ini. Ini seperti campur air,” ujar mekanik tersebut sambil memperlihatkan kondisi fuel pump yang kotor dan berair.

Lebih lanjut, mekanik itu mempertanyakan kualitas bahan bakar minyak (BBM) maupun kondisi tangki penampungan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Pasalnya, mayoritas kendaraan yang mengalami kerusakan merupakan milik warga setempat.

“Kepada teman-teman dan abang-abang yang punya mobil injeksi, hati-hati ya, motor juga hati-hati. Ini bukan pertama, tapi sudah tujuh mobil mengalami kejadian seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara mobil di Pangkalan Kerinci, Amri, menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi bersama.

Menurutnya, jika hanya satu kendaraan yang mengalami kerusakan masih dapat dimaklumi, namun jika sudah tujuh mobil dalam satu pekan, maka patut diduga adanya lemahnya pengawasan terhadap SPBU.

“Kita tahu harga fuel pump itu tidak murah, tentu pemilik kendaraan sangat dirugikan atas kualitas minyak tersebut. Kita harapkan ini menjadi perhatian bersama, jangan sampai masyarakat terus dirugikan. Kami juga meminta aparat penegak hukum turun dan memantau persoalan ini,” ujar Amri, Rabu (14/1/2026). (Sur)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *