Minimarket O!Save Menjamur di Subang, Perusahaan Ritel asal Filipina

0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

SUBANG, RBO – Kehadiran jaringan minimarket O!Save semakin masif di wilayah Subang dan sekitarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, gerai dengan konsep harga hemat ini mulai menjamur dan menarik perhatian masyarakat, terutama kalangan konsumen yang sensitif terhadap harga kebutuhan pokok.

Di tengah popularitasnya, muncul pertanyaan publik mengenai siapa sosok di balik ekspansi agresif O!Save di Indonesia.

Berdasarkan penelusuran, O!Save bukanlah milik pengusaha lokal, melainkan bagian dari jaringan ritel besar asal Filipina.

O!Save diketahui berada di bawah naungan Robinsons Retail Holdings, anak usaha dari konglomerasi raksasa JG Summit Holdings milik keluarga taipan John Gokongwei.

Grup ini dikenal memiliki portofolio bisnis luas, mulai dari ritel, properti, hingga industri makanan dan minuman.

Didirikan pada 2021 di Filipina, O!Save mengusung konsep hard discount yang menitikberatkan pada efisiensi biaya operasional agar menawarkan harga lebih murah dibanding minimarket konvensional.

Model bisnis ini terinspirasi dari peritel Eropa seperti Aldi dan Lidl.

Ekspansi ke Indonesia dimulai pada 2023 melalui entitas lokal, dengan strategi menyasar kota-kota lapis dua dan tiga, termasuk wilayah Subang, Jawa Barat.

Berbeda dengan pemain besar seperti Alfamart dan Indomaret, O!Save memilih lokasi non-premium untuk menekan biaya sewa dan menjaga harga tetap rendah.

 

Selain itu, O!Save juga menjalin kemitraan strategis dengan PT Pos Indonesia melalui anak usahanya di sektor properti, guna memanfaatkan aset lahan yang tersedia sebagai lokasi gerai.

Secara konsep, O!Save menawarkan pengalaman belanja sederhana tanpa banyak dekorasi toko.

Produk dijual langsung dari dus atau palet dengan pilihan yang lebih terbatas, namun fokus pada kebutuhan pokok sehari-hari. Harga yang ditawarkan diklaim bisa lebih murah hingga 20–30 persen dibanding ritel modern pada umumnya.

Fenomena menjamurnya O!Save di Subang dinilai sebagai bagian dari strategi ekspansi agresif perusahaan yang menargetkan ratusan gerai di Indonesia hingga 2026.

Dengan menyasar konsumen “hemat” di tengah tekanan ekonomi, O!Save berpotensi menjadi penantang baru dalam peta persaingan ritel nasional.

Meski demikian, tantangan tetap membayangi, mulai dari loyalitas konsumen terhadap merek lama hingga persoalan distribusi dan logistik.

Ke depan, keberhasilan O!Save akan sangat ditentukan oleh kemampuannya beradaptasi dengan karakter pasar lokal serta menjaga konsistensi harga murah yang menjadi daya tarik utamanya. (A. Wahyudin)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *