Kasus Belum Tuntas, Publik Menanti Kepastian Hukum Pemukulan Oknum Security MBG di Takalar

0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

Takalar, RBO – Penanganan kasus dugaan pemukulan terhadap seorang petugas keamanan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Malewang hingga kini masih menjadi perhatian publik.

Peristiwa tersebut dilaporkan oleh korban berinisial MS ke Polres Takalar pada 4 Maret 2026. Namun hingga saat ini, penanganan kasus tersebut dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari berbagai kalangan terkait keseriusan dan progres penanganan perkara.

Terduga pelaku berinisial EA, yang disebut merupakan keluarga dari pemilik salah satu rumah makan di Takalar, dikabarkan masih beraktivitas seperti biasa.

Informasi yang beredar juga menyebutkan adanya pengakuan dari yang bersangkutan melalui rekaman video singkat. Meski demikian, hal tersebut tetap memerlukan pembuktian dalam proses hukum yang berlaku.

Saat kejadian, korban MS diketahui tengah menjalankan tugas sebagai petugas keamanan di lokasi dapur MBG. Laporan resmi telah diterima oleh aparat kepolisian, sehingga masyarakat berharap adanya kejelasan dan kepastian hukum atas perkara ini.

Sejumlah elemen masyarakat sipil di Kabupaten Takalar turut memberikan perhatian terhadap perkembangan kasus tersebut.

Mereka mendorong agar proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ketua DPC Sepernas Kabupaten Takalar, Asis Kawang, menyampaikan harapannya agar aparat penegak hukum dapat memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait perkembangan kasus ini.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan tanpa memandang latar belakang pihak-pihak yang terlibat.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa setiap laporan masyarakat harus ditangani secara akuntabel guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Sementara itu, pihak Polres Takalar saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Selasa (31/3/2026) menyampaikan bahwa mereka telah mengundang saksi-saksi dan terlapor untuk dimintai keterangan.

“Sudah kami undang saksi-saksinya dan terlapornya,” ujarnya singkat.

Menariknya, orang tua terduga pelaku yang merupakan pemilik Rumah Makan D’Luna justru meminta pihak kepolisian untuk segera memproses anaknya sesuai hukum yang berlaku. Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum yang adil dan tanpa intervensi.

Permintaan tersebut disampaikan langsung melalui sambungan telepon WhatsApp pribadi kepada pihak terkait.

Ia berharap aparat kepolisian dapat bertindak tegas, profesional, dan sesuai prosedur dalam menangani perkara yang kini menjadi perhatian publik di Kabupaten Takalar.

Selain itu, pihak keluarga korban juga berharap agar kepolisian melakukan tes urine terhadap terduga pelaku sebagai bagian dari proses penyelidikan. (Kardewa /krg sitaba)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *