Heboh Kasus Anak di OKI, Ini Klarifikasi Lengkap dari EM
Ogan Komering Ilir, RBO// — Terduga pelaku berinisial EM akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan viral yang menyoroti dugaan pemukulan terhadap seorang anak di Kelurahan Jua-jua, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Dalam klarifikasinya kepada media, Minggu (29/3/2026), EM membenarkan bahwa peristiwa tersebut memang terjadi. Namun, ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan ataupun niat untuk menyakiti korban.
“Peristiwa itu benar adanya, tetapi tidak ada niat saya untuk menyakiti, apalagi sampai membuat korban trauma atau terluka. Itu murni kekhilafan,” ujar EM.
Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk teguran agar korban bersikap lebih sopan kepada orang yang lebih tua.
EM mengaku kerap dipanggil dengan teriakan yang dinilai tidak beretika, bahkan rumah dan kendaraannya disebut pernah menjadi sasaran lemparan batu oleh korban.
Ia juga meluruskan isu terkait sepeda korban yang disebut-sebut ditahan.
EM menyatakan sepeda tersebut diamankan ke dalam rumah semata-mata untuk menghindari kehilangan, karena ditinggalkan begitu saja setelah kejadian. Sepeda itu, kata dia, telah dikembalikan kepada keluarga korban.
EM mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban sempat mendatangi rumahnya untuk meminta klarifikasi, dan saat itu ia telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Tidak hanya itu, pada malam harinya EM bersama Kepala Lingkungan 6 dan Ketua RT setempat kembali mendatangi rumah korban sebagai bentuk itikad baik.
“Tudingan bahwa saya tidak punya itikad baik itu tidak benar. Saya sudah datang langsung bersama perangkat lingkungan untuk meminta maaf,” tegasnya.
EM juga menjelaskan bahwa upaya damai sempat mengalami kendala karena adanya perbedaan mekanisme penyelesaian.
Pihak keluarga korban, kata dia, menginginkan penyelesaian melalui adat istiadat Kayuagung dengan sejumlah persyaratan, termasuk membawa tepak, tanduk, dan uang sebesar Rp5 juta.
Ia mengaku belum dapat memenuhi permintaan tersebut karena kondisi ekonomi pasca Lebaran dan keterbatasan pribadi sebagai orang tua tunggal.
Meski demikian, EM tetap melanjutkan upaya mediasi. Pada Jumat malam (27/3/2026), ia bersama keluarga kembali mendatangi rumah korban.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perangkat lingkungan dan keluarga kedua belah pihak. Dalam pertemuan itu, keluarga korban disebut telah menerima permohonan maaf dan memaafkan EM.
Meski sudah ada proses perdamaian, EM menyebut dirinya tetap dilaporkan ke pihk kepolisian.
Ia mengaku memahami langkah tersebut, namun berharap penyelesaian secara kekeluargaan tetap menjadi prioritas.
Ia juga menyoroti pemberitaan sejumlah media yang dinilai merugikan dirinya, terutama karena tidak ada konfirmasi sebelum berita diterbitkan.
“Saya menghargai kerja wartawan, tetapi seharusnya tetap profesional dan berimbang, tidak hanya menyampaikan informasi sepihak,” ujarnya.
EM menambahkan, pasca pertemuan damai, hubungan antara korban dan anaknya telah kembali seperti semula. Bahkan, korban disebut sudah kembali bermain bersama anaknya dan secara langsung menyampaikan permintaan maaf.
Menutup pernyataannya, EM kembali menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Semoga bisa diselesaikan dengan baik tanpa berlarut-larut,” pungkasnya. (Nov)
