Gedung SD Negeri Kebon Peuteuy Rusak Parah, Dugaan Penyelewengan Dana Pemeliharaan Mencuat

1 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

SUKABUMI, RBO – Kondisi bangunan SD Negeri Kebon Peuteuy di Kabupaten Sukabumi kini menjadi sorotan tajam.

Fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa belajar, justru tampak seperti bangunan terbengkalai yang mengancam keselamatan jiwa.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan paling fatal terlihat pada bagian atap dan plafon gedung.

Di salah satu sudut luar bangunan, kayu penyangga atap tampak sudah membusuk dan patah, menyebabkan genting tidak lagi tertopang dengan sempurna.

Selain itu, Plafon di area luar gedung juga terlihat hancur berkeping-keping, menyisakan kerangka kayu yang lapuk karena termakan cuaca.

Bahkan dinding bangunan pun mulai menunjukkan retakan signifikan yang menganga di beberapa titik.

Kondisi ini dikhawatirkan akan berakibat fatal jika terjadi gempa kecil atau saat hujan deras disertai angin kencang, mengingat struktur atap yang sudah tidak stabil.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media pun membentur jalan buntu. Setiap kali didatangi ke kantornya, Kepala SD Negeri Kebon Peuteuy tidak pernah berada di tempat.

Menurut keterangan sejumlah staf, pimpinan sekolah tersebut sedang ada urusan di luar, namun tanpa kejelasan waktu kembali.

Sikap tertutup ini semakin memperkuat kecurigaan wali murid.

“Setiap mau ditanya soal plafon yang jebol, bapak Kepala Sekolah selalu tidak ada. Seolah-olah sengaja menghindar dari tanggung jawab,” ujar salah satu orang tua siswa yang minta identitasnya dirahasiakan.

Kritik keras juga datang dari pengamat kebijakan publik, Andri Kurniawan, yang menilai ada indikasi kuat terjadinya penyelewengan dana perawatan.

“Setiap sekolah memiliki alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pemeliharaan. Jika kerusakannya sudah sampai tahap kayu lapuk dan plafon rontok masif, ini artinya ada pembiaran bertahun-tahun. Kami menduga ada ketidakberesan dalam pelaporan realisasi anggaran,” papar Andri.

Ia mendesak agar pihak Inspektorat Kabupaten Sukabumi segera melakukan audit investigatif.

“Jangan sampai ada oknum yang memperkaya diri dengan memotong hak perbaikan sekolah sementara keselamatan siswa dikorbankan,” tambahnya.

Keberadaan lubang-lubang besar di plafon dan kayu-kayu penyangga yang menggantung menjadi momok menakutkan bagi para siswa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi fisik bangunan maupun klarifikasi mengenai alokasi dana pemeliharaan yang dipertanyakan masyarakat.

Masyarakat menuntut transparansi dan tindakan nyata dari pemerintah daerah sebelum terjadi musibah yang tidak diinginkan di lingkungan sekolah tersebut. (Amud)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *