Diduga Truk Batubara Ngebut, Innova Hancur di Jalintim Muara Papalik: Anak Tewas, Ayah Kritis
TANJAB BARAT, RBO – Peristiwa naas yang menyisakan duka mendalam dan misteri terjadi di jalan lintas timur, Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, pada Rabu (11/3) kemarin.
Insiden yang melibatkan dua mobil pribadi dan satu truk tronton 3 AS angkutan batubara ini tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga merenggut nyawa seorang anak dan membuat ayahnya sekarat.
Keterangan dari warga setempat, Mak-mak, mengungkap awal mula kejadian yang mengejutkan.
Truk angkutan batubara yang melaju kencang dari arah Jambi menuju Riau menabrak bagian belakang mobil Inova berwarna hitam hingga ringsek parah. Beruntung, sopir dan penumpang Inova selamat tanpa luka serius. Namun, tragedi baru saja dimulai.
“Ngebut dari arah Jambi menuju arah Riau, di lokasi truk angkutan batubara tabrak belakang Inova Hitam, beruntung sopir dan penumpang nya tidak apa-apa,” ujar Mak-mak, warga setempat yang memiliki dua anak, kepada media.
Tak lama setelah tabrakan pertama, terjadi hal yang masih menyisakan tanda tanya: truk batubara itu tiba-tiba terbalik. Muatan batu-bara yang dibawanya tumpah dan menimbun seluruh badan mobil putih yang ada di sekitarnya.
Di dalam mobil putih tersebut, terdapat sopir dan anaknya. Akibat tertimpa tumpukan batu-bara yang berat, sang anak meninggal dunia di tempat, sementara sang ayah mengalami luka sangat parah dan dalam kondisi sekarat.
“Setelah itu, tidak tau apa yang terjadi truk batu bara itu terbalik dan muatan batubara nya tumpah menimbun mobil putih. Sedangkan sopir dan penumpang nya ada didalam mobil. Sopir mobil putih itu sekarat, dan anaknya meninggal,” papar sumber terpercaya.
Kasat Lantas Tanjung Jabung Barat, AKP Vicky, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa Naas tersebut.
Namun, ketika ditanya terkait dugaan pelanggaran aturan oleh perusahaan angkutan batubara yang beroperasi tanpa mengenal batas waktu dan tipe kendaraan, yang kerap mengancam keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar, AKP Vicky hanya merespons dengan doa.
“Kemaren kejadian di Merlung pak. Terimakasih informasinya pak akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Kemudian, saat ditanya lebih lanjut soal aturan yang dilanggar, ia menjawab, “Baik pak terimakasih, amin Allahuma Amin, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT amin Allahuma Amin.” imbuhnya.
Masyarakat kini menantikan tindak lanjut yang nyata dan tegas dari pihak berwenang. Kejadian ini kembali menyoroti masalah serius terkait operasi angkutan batubara di jalan raya yang seringkali mengabaikan aturan dan keselamatan orang lain.
Nyawa manusia tidak boleh menjadi taruhan atas kelalaian dan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kapan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama? Pertanyaan ini terus bergema di tengah masyarakat. (HSB)
