Aneh!! Baru 10 Hari Dibangun, Jalan Hotmix Desa Dayeuhwangi Sudah Terkelupas

0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

MAJALENGKA, RBO – Alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang seharusnya menjadi motor pembangunan desa di Majalengka diduga disalahgunakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Dayeuhwangi, Kecamatan Lemahsugih.

Kualitas pengerjaan jalan hotmix di Blok Cikaracak menuai kritik tajam karena baru rampung sekitar 10 hari namun sudah menunjukkan kerusakan parah.

Keresahan warga Cikaracak mencuat setelah beberapa bagian jalan yang baru diaspal sudah terlihat terkelupas dan tidak rata.

Investigasi media pada 27 November 2025 membenarkan temuan warga tersebut, di mana aspal hotmix memang telah terkelupas di beberapa titik. Pengerjaan yang terkesan asal jadi ini menguatkan dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Dugaan penyimpangan ini diperkuat oleh analisis dari saksi ahli yang menyoroti besaran anggaran yang tertera pada papan informasi kegiatan di lokasi.

“Kalau melihat papan informasi yang tertera di lokasi kegiatan, ada kelebihan anggaran dan diduga ada mark up anggaran. Karena kalau mengacu kepada harga Standar Belanja Daerah (SBD) Majalengka, tidak menghabiskan anggaran seperti itu,” tegas saksi ahli tersebut, mengindikasikan adanya selisih signifikan antara biaya yang dihabiskan dan standar baku daerah.

Untuk mengklarifikasi temuan ini, awak media mendatangi Kantor Desa Dayeuhwangi. Namun, Kepala Desa selaku Kuasa Pengguna Anggaran tidak berada di tempat. Hanya Ekbang/Kasi Kesra yang berhasil ditemui, namun ia tidak dapat memberikan keterangan detail, beralasan bahwa hal tersebut adalah tanggung jawab penuh Kepala Desa.

Dihubungi via WhatsApp, Kepala Desa memberikan tanggapan singkat dan defensif. Ia mengklaim Pemdes sudah melaksanakan pengerjaan sesuai Petunjuk Pelaksana (Juklak), Petunjuk Teknis (Juknis), dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Ada apa, Pemdes sudah melakukan pengerjaan sesuai Juklak Juknis dan RAB, ketemu saja di Majalengka Kang,” ujar Kepala Desa sebelum sambungan terputus akibat sinyal. Jawaban singkat ini dinilai kurang transparan di tengah isu dugaan markup dan kualitas buruk.

Warga setempat berharap Pemdes Desa Dayeuhwangi dapat menggunakan anggaran yang dikucurkan pemerintah secara lebih bertanggung jawab. Mereka juga mendesak dinas terkait dan aparat pengawasan agar segera turun tangan untuk mengaudit anggaran Desa Dayeuhwangi, guna memastikan tidak ada dana yang diselewengkan. (M.Yahya)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *