SMAN 1 Pollung Keluhkan Bau Menyengat dari Pengolahan Pupuk Organik

0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

Humbang Hasundutan, RBO – Pihak SMA Negeri 1 Pollung baru-baru ini mengeluhkan adanya pencemaran bau yang mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Bau tidak sedap disebut berasal dari proses pengeringan bahan pupuk organik di BUMDesma Kecamatan Pollung dikeluhkan pihak SMAN 1 Pollung.

Lokasi pengolahan yang berada berdekatan dengan sekolah disebut membuat bau kotoran hewan tercium hingga lingkungan ruang belajar dan mengganggu aktivitas siswa.

Bahan baku pupuk organik tersebut disebut didatangkan dalam kondisi mentah dan curah, kemudian dikeringkan di lokasi BUMDesma.

Kondisi itu, menurut pihak sekolah, menjadi persoalan karena lokasi pengeringan berada tidak jauh dari ruang kelas.

Kepala SMAN 1 Pollung, Krisman Manalu, mengatakan bau tersebut tidak hanya muncul sesaat.

Menurut dia, aroma tidak sedap dapat bertahan hingga berminggu-minggu dan dirasakan siswa maupun guru selama aktivitas sekolah berlangsung.

“Kotoran hewan yang menjadi bahan pupuk organik didatangkan masih mentah. Proses pengeringannya dilakukan di sekitar BUMDesma yang langsung berdampingan dengan ruang kelas kami. Baunya bisa berminggu-minggu dan sangat mengganggu proses belajar-mengajar,” ujar Krisman, Selasa (11/06).

Gangguan tersebut, kata Krisman, semakin terasa karena aktivitas sekolah berlangsung hingga sore. Bahkan ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung, bau tersebut disebut masih tercium saat siswa makan.

“Sekarang dengan program MBG, saat makan kami juga mencium bau. Anak-anak didik pulang sore sehingga bisa seharian kami menghirup bau yang tidak sedap,” katanya.

Krisman mengatakan pihak sekolah telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pengurus BUMDesma. Sekolah juga telah menyurati kepala desa untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami.

Namun, menurut dia, hingga kini belum ada solusi yang dirasakan pihak sekolah.

“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada pengurus BUMDesma. Kami juga sudah menyurati kepala desa untuk menyampaikan situasi tersebut. Namun, sampai sekarang belum ada solusi,” ujarnya.

Keluhan itu tidak hanya datang dari kepala sekolah. Sabam Marpaung, pegawai SMAN 1 Pollung, mengatakan bau tersebut kerap tercium ketika proses pengeringan berlangsung.

Ia mengaku khawatir terhadap kondisi udara yang setiap hari dihirup para siswa.

“Lokasinya sangat berdekatan. Bau dari kotoran itu kami hirup setiap hari saat proses pengeringan. Kita tidak tahu apakah udara seperti ini layak dihirup anak-anak kita setiap hari,” ujar Sabam kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah siswa yang ditemui di lingkungan sekolah juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengatakan bau tidak sedap kerap tercium dan mengganggu kenyamanan ketika mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

Sementara pihak pengelola BUMDesma hingga kini belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

Pengecekan langsung, wartawan tidak menemukan satu orang pun di lokasi. Namun terlihat bahwa halaman BUMDesma yang disebut menjadi lokasi pengeringan bahan pupuk organik memang berada tidak jauh dari lingkungan SMAN 1 Pollung. Jarak antar keduanya hanya sekira belasan meter. (Rusmani Simanullang)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *