Darah Jurnalis Tumpah di Karawang, Preman Pasang Badan Lindungi Bisnis Tramadol

0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Karawang, RBO – Kemerdekaan pers dan keamanan warga di wilayah hukum Cikampek berada di titik nadir. Sebuah insiden berdarah dan penuh intimidasi menimpa seorang awak media yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya di Kampung Sentul, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek.

Ironisnya, kekerasan brutal ini dilakukan oleh sekelompok preman dengan dalih yang sangat tidak masuk akal pasang badan demi membela sebuah warung penjual obat keras ilegal jenis Tramadol.

‎Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum sekaligus potret buram bagaimana bisnis barang haram kini secara terang-terangan dilindungi oleh aksi premanisme yang terorganisir.

‎Kejadian bermula ketika korban, yang merupakan seorang jurnalis lokal, melakukan penelusuran terkait keresahan masyarakat mengenai maraknya peredaran obat-obatan terlarang golongan G (Tramadol/Hexymer) di wilayah Kampung Sentul. Warung-warung berkedok toko kelontong ini disinyalir kuat menjadi episentrum rusaknya moral remaja di lingkungan tersebut.

‎Namun, alih-alih mendapatkan keterbukaan informasi, kehadiran jurnalis justru disambut dengan ketegangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah orang yang diduga kuat merupakan “centeng” atau preman sewaan penjual Tramadol langsung mengadang korban Tanpa ada dialog yang sehat, situasi sengaja dipanaskan.

‎Intimidasi verbal dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan fisik yang brutal. Korban dikeroyok, dipukul, dan dianiaya secara keji. Tidak hanya mengalami luka fisik akibat hantaman benda tumpul dan pukulan bertubi-tubi.

‎Yang membuat dahi berkerut dan memicu kemarahan publik adalah dalih yang dilontarkan oleh para pelaku. Dengan arogan, kelompok preman ini mengklaim bahwa aksi kekerasan tersebut adalah bentuk “pembelaan” terhadap pemilik warung Tramadol.

‎”Ini adalah anomali hukum yang sangat tajam. Bagaimana mungkin sebuah tindakan kriminal (penganiayaan) dilakukan secara terbuka untuk melindungi tindakan kriminal lainnya (penjualan obat ilegal)? Ini membuktikan bahwa para preman ini sudah merasa di atas hukum,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

‎Logika hukum telah dijungkirbalikkan di Kampung Sentul. Warung obat ilegal yang seharusnya digerebek dan ditutup oleh aparat, justru dijaga ketat oleh preman yang merasa memiliki kuasa untuk menghakimi siapa saja yang berani mengusik bisnis haram tersebut, termasuk jurnalis yang dilindungi oleh undang-undang.

‎Aksi penganiayaan ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan serangan langsung terhadap pilar keempat demokrasi. Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menghalangi tugas pers saja sudah pidana, apalagi melakukan penganiayaan fisik yang mengancam nyawa.

‎Insiden ini mengirimkan sinyal bahaya: jika bisnis Tramadol yang jelas-jelas merusak generasi muda bisa memelihara preman untuk memukul mundur jurnalis, maka tidak ada lagi ruang aman bagi kebenaran di Cikampek.

‎Para awak media mengarahkan pandangan tajam kepada Polsek Cikampek dan Polres Karawang. Kasus ini menjadi ujian bagi korps bhayangkara: apakah mereka kalah oleh dominasi preman kampung penjaga toko obat ilegal, atau mampu bertindak tegas tanpa pandang bulu?

‎Jika para pelaku penganiayaan dan aktor intelektual di balik warung Tramadol tersebut tidak segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya, maka persepsi publik akan liar.

‎Publik akan bertanya-tanya Mengapa bisnis ilegal ini begitu sakti hingga para centengnya berani menganiaya wartawan di siang bolong? Apakah ada pembiaran, atau bahkan ‘ruang koordinasi’ di balik layar

‎Darah jurnalis telah tumpah di Cikampek Selatan demi sebuah kebenaran. Kini, bola panas ada di tangan aparat penegak hukum untuk membuktikan bahwa negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan mafia obat terlarang. (Red)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *