Bupati Dony Ahmad Digitalisasi, Budaya, dan Investasi Jadi Pilar Utama Pertumbuhan Ekonomi Sumedang

0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

Sumedang, RBO – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa Kabupaten Sumedang memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Ekonomi Regional Jawa Barat bertema Membangun Ekonomi Digital Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal yang digelar di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (23/6/2026).

Dalam paparannya, Bupati Dony menyampaikan bahwa terdapat tiga kekuatan utama yang menjadi modal pembangunan Kabupaten Sumedang, yakni posisi strategis wilayah, kekayaan budaya, serta transformasi digital yang telah diterapkan secara konsisten.

Dari aspek kewilayahan, Sumedang merupakan bagian dari Kawasan Rebana yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi metropolitan di Jawa Barat.

Posisi tersebut dinilai sangat strategis karena didukung oleh infrastruktur yang semakin lengkap dan menjadi penghubung kawasan industri di wilayah timur Jawa Barat.

Selain itu, Sumedang juga memiliki identitas budaya Sunda yang kuat. Menurut Dony, komitmen terhadap pelestarian budaya telah diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 1 tentang Pelestarian Budaya Sunda sehingga pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Budaya menjadi identitas sekaligus kekuatan dalam membangun daerah,” ujarnya.

Di bidang digitalisasi, Dony menjelaskan bahwa Sumedang hingga saat ini masih menjadi salah satu daerah rujukan nasional dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan pelayanan publik berbasis digital.

Lebih dari 200 kabupaten dan kota dari berbagai daerah telah melakukan studi banding ke Sumedang untuk mempelajari berbagai inovasi digital yang dikembangkan pemerintah daerah.

Menurutnya, berbagai aplikasi pelayanan publik tersebut dikembangkan secara mandiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sumedang dengan memanfaatkan teknologi open source, tanpa bergantung kepada pihak vendor.

“Digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi merupakan instrumen untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, membangun kepercayaan masyarakat, hingga mendorong partisipasi dan kolaborasi dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Bupati Dony menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah juga tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang yang kini telah melampaui angka 75 dan menempatkan Sumedang pada peringkat ketiga di antara seluruh kabupaten di Jawa Barat.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya sektor ekonomi yang selama beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan positif, melengkapi capaian pendidikan dan kesehatan yang sebelumnya sudah cukup baik.

“Ekonomi Sumedang terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi terus bertambah, dan dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, Dony mengingatkan adanya tantangan yang harus diantisipasi, terutama prediksi terjadinya fenomena El NiƱo pada tahun 2026 yang berpotensi menurunkan produksi pertanian akibat musim kemarau yang lebih panjang.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah melakukan berbagai langkah antisipatif melalui konsolidasi lintas sektor bersama Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Langkah yang dilakukan antara lain mengoptimalkan sumber-sumber air, memperbaiki embung dan jaringan irigasi, mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur pertanian, hingga menyiapkan pompa air di kawasan pertanian yang berdekatan dengan sumber air.

“Kita tidak ingin produksi pertanian menurun karena sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh sebab itu seluruh infrastruktur pendukung harus dipastikan siap sebelum musim kemarau tiba,” tegasnya.

Selain sektor pertanian, Dony juga menyoroti pesatnya perkembangan kawasan industri di wilayah Ujung Jaya yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kawasan tersebut didukung berbagai fasilitas pendidikan, pembangunan kawasan industri, serta pengembangan infrastruktur strategis lainnya.

Untuk mendukung iklim investasi, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat kemudahan pelayanan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) dan sistem pelayanan digital yang memberikan proses perizinan lebih cepat, mudah, dan transparan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan UMKM melalui Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) Bank Sumedang dengan bunga ringan sehingga pelaku usaha memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah untuk mengembangkan usahanya.

Bupati Dony mengungkapkan bahwa berbagai kemudahan tersebut telah meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Sumedang.

Sejumlah investor dari berbagai negara mulai menjajaki peluang investasi di sektor industri, manufaktur, hingga pengembangan kemitraan bersama UMKM lokal.

Menurutnya, semakin banyak investasi yang masuk akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan baru, sekaligus memperkuat ekosistem usaha masyarakat.

“Kami ingin membangun Sumedang yang maju, berdaya saing, dan sejahtera melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Dengan budaya yang kuat, digitalisasi yang maju, serta investasi yang terus tumbuh, kami optimistis Sumedang akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat,” pungkasnya. (Nbbn)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *