IPAL SPPG Paddingin Sanrobone Jadi Sorotan 

0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

Takalar, RBO – Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paddingin, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, menjadi perhatian berbagai pihak.

Kepala Puskesmas Sanrobone, Ramli, menyampaikan bahwa pihak puskesmas melalui tenaga sanitarian telah menjalankan tugas sesuai kewenangannya dengan memberikan inspeksi, edukasi, serta rekomendasi terkait pengelolaan sanitasi lingkungan di lokasi tersebut.

Menurut Ramli, sanitarian Puskesmas Sanrobone sebelumnya telah melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) dan memberikan sejumlah saran teknis kepada pengelola SPPG Paddingin.

“Kami dari sanitarian puskesmas sudah melakukan IKL dan memberikan saran sesuai dengan tupoksi kami. Bahwa setiap SPPG wajib memiliki IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah. SPPG tersebut sudah menindaklanjuti, namun cara dan metode pengolahan IPAL yang diterapkan masih belum sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan,” ujarnya.

Pada Senin, 8 Juni 2026, Kepala Puskesmas Sanrobone bersama tim dari Dinas Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemantauan kembali ke lokasi SPPG Paddingin untuk melihat kondisi pengelolaan limbah yang ada.

Pak.Ramli selaku kepala puskesmas sanrobone menegaskan bahwa kewenangan sanitarian puskesmas terbatas pada pemberian saran dan petunjuk teknis terkait sanitasi lingkungan.

“Yang menjadi masalah, kami selaku tim sanitarian puskesmas hanya bisa memberikan saran dan petunjuk sesuai dengan tupoksi kami. Selebihnya kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan lebih lanjut,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap SPPG semestinya memiliki tenaga sanitarian yang bertugas melakukan pengawasan terhadap kondisi lingkungan, proses penyimpanan bahan makanan, pengolahan hingga penyajian makanan. Hal tersebut penting untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Selain itu, Pak.Ramli mengaku sangat menyayangkan kondisi IPAL yang dilaporkan mengalami luapan limbah.

“Secara estetika kondisi ini dapat mengganggu masyarakat sekitar, terutama karena menimbulkan bau tidak sedap dari pembuangan limbah. Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan dapat menjadi tempat berkembang biaknya vektor pembawa penyakit seperti tikus, nyamuk, dan vektor lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, sistem IPAL yang baik seharusnya hanya menerima limbah cair. Namun berdasarkan hasil pemantauan, ditemukan adanya lemak serta sisa makanan yang ikut masuk ke dalam sistem pengolahan limbah.

“Semestinya yang masuk ke IPAL hanya air limbah. Sangat disayangkan karena di SPPG Paddingin ditemukan lemak dan sisa makanan ikut masuk ke dalam IPAL. Bahkan belum tersedia saringan lemak maupun penyaring sisa makanan.

Selain itu, IPAL seharusnya dilengkapi sumur resapan, namun fasilitas tersebut belum tersedia di SPPG Paddingin,” ungkap Ramli.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Paddingin belum memberikan klarifikasi terkait persoalan limbah yang diduga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp tidak mendapat respons. Nomor yang dihubungi tidak pernah mengangkat panggilan maupun membalas pesan yang telah dikirimkan.

Selain persoalan limbah, SPPG Paddingin Sanrobone juga menjadi sorotan karena diduga belum memenuhi sejumlah ketentuan yang berlaku.

Salah satunya adalah belum tersedianya chef atau juru masak yang memiliki sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan program pelayanan gizi.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat kepatuhan pengelola terhadap standar operasional dan regulasi yang berlaku. (Kardewa)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *