Kepala Sekolah Diminta Fokus Benahi Pendidikan, Kang Rey Siapkan ASN Pendamping SPJ
SUBANG, RBO – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengambil langkah strategis untuk mengurangi beban administrasi kepala sekolah dengan menyiapkan ASN pendamping khusus pengelolaan SPJ dan administrasi Dana BOS di setiap sekolah.
Kebijakan tersebut disampaikan Kang Rey usai melantik Pejabat Fungsional dan 238 Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Selasa (19/05/2026), di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang.
Dalam sambutannya, Kang Rey meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Khusus bagi para kepala sekolah, ia berharap pelantikan tersebut menjadi energi baru untuk memperbaiki tata kelola Dana BOS di Kabupaten Subang.
“Mudah-mudahan dengan dilantiknya 238 Kepala Sekolah menambah kekuatan agar tidak ditemukan lagi penyalahgunaan anggaran BOS,” tegasnya.
Kang Rey menilai pengelolaan Dana BOS masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi secara serius.
Karena itu, ia mengambil langkah tegas dengan menghapus Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan guna memutus mata rantai komunikasi perantara antara sekolah dan Dinas Pendidikan.
“Dana BOS selalu jadi objek pemeriksaan BPK. Di masa kepemimpinan saya, saya hapus korwil. Saya tidak ingin ada lagi perantara antara Kepala Sekolah dengan Dinas Pendidikan sehingga menghapus salah satu unsur penyebab penyelewengan Dana BOS,” ujarnya.
Selain itu, Kang Rey juga menyoroti beratnya beban administrasi yang harus ditanggung kepala sekolah, terutama dalam penyusunan SPJ dan laporan penggunaan Dana BOS.
Menurutnya, tidak sedikit kepala sekolah yang mengalami kesulitan teknis dalam pengelolaan keuangan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang tengah menyiapkan skema pendampingan ASN di setiap sekolah agar urusan administrasi dan SPJ dapat ditangani secara profesional.
“Kadang bukan karena nakal, tetapi ada kepala sekolah yang tidak mengerti cara mengelola keuangan dan penyusunan SPJ. Saya ingin kepala sekolah fokus pada pembenahan sekolahnya, sementara urusan administrasi dan SPJ akan didampingi ASN yang disiapkan pemerintah daerah,” jelasnya.
Kang Rey menegaskan, keberadaan ASN pendamping tidak hanya membantu kepala sekolah, tetapi juga mempersempit peluang terjadinya penyimpangan anggaran.
“Ketika nanti ada penyelewengan, tidak boleh lagi ada alasan tidak tahu karena ASN yang ditunjuk sudah disiapkan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Staf Ahli Bupati, Asisten Daerah, Kepala OPD, serta tamu undangan lainnya. (A.Wahyudin)
