Serapan Tenaga Kerja Masih Jadi Persoalan, Kadisnaker Subang Dorong Pelatihan dan Kolaborasi dengan Perusahaan
SUBANG, RBO – Lonjakan investasi di Kabupaten Subang yang mencapai Rp18 triliun sepanjang 2025 belum sepenuhnya diiringi optimalnya serapan tenaga kerja, meski peluang kerja terbuka lebar di tengah pengembangan kawasan Rebana.
Lonjakan investasi di Kabupaten Subang yang mencapai Rp18 triliun sepanjang 2025 menjadi pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, di balik capaian tersebut, persoalan serapan tenaga kerja masih menjadi pekerjaan rumah, terutama dalam menyongsong Subang sebagai bagian strategis kawasan Rebana.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Subang, Rona Mairansyah menyampaikan, peluang kerja sebenarnya cukup terbuka. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 10.540 lowongan pekerjaan tersedia di berbagai sektor industri.
“Data kami menunjukkan ada 10.540 lowongan kerja yang tercatat selama tahun 2025,” terang Rona saat dikonfirmasi RBO, Rabu (8/4/2026).
Namun demikian, Rona menjelaskan, jumlah tersebut belum mampu mengakomodasi seluruh pencari kerja yang ada. Disnakertrans mencatat, jumlah pencari kerja di Kabupaten Subang pada tahun yang sama mencapai 26.362 orang.
Kendati terjadi kesenjangan antara jumlah lowongan dan pencari kerja, realisasi penempatan tenaga kerja terbilang cukup tinggi.
Sepanjang 2025, sebanyak 10.173 orang berhasil ditempatkan bekerja di berbagai perusahaan.
“Untuk penempatan kerja, kita sudah mencapai 10.173 orang. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar lowongan yang tersedia berhasil terisi,” jelasnya.
Meski demikian, kata Rona, selisih antara jumlah pencari kerja dan peluang kerja yang tersedia masih cukup besar.
“Hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah, terlebih dengan pesatnya arus investasi yang masuk ke Subang, khususnya di wilayah kawasan Rebana yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat,” kata Rona.
Rona menegaskan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas dan kesiapan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan terserap optimal oleh industri.
“Kami terus mendorong pelatihan, peningkatan kompetensi, serta kolaborasi dengan perusahaan agar tenaga kerja lokal bisa terserap lebih maksimal,” tegasnya.
Dengan banyaknya investasi dan pengembangan kawasan Rebana, Rona berharap, ke depan terjadi keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja yang lebih luas dan merata. (A. Wahyudin)
