Dunia Pendidikan Tanjab Barat Kembali Dihantam Krisis: Kekurangan Guru Kian Parah, Minat Jadi Pendidik Terus Menurun

1 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

Tanjung Jabung Barat, RBO – Dunia pendidikan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali dihadapkan pada persoalan serius yang belum juga menemukan solusi konkret.

Kekurangan tenaga pendidik di berbagai jenjang pendidikan masih menjadi masalah laten yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Berdasarkan penelusuran MEDIA REFORMASI BANGSA di lapangan, sejumlah sekolah, khususnya di wilayah terpencil, mengalami keterbatasan guru aktif.

Bahkan, tidak sedikit tenaga pengajar yang harus merangkap beberapa mata pelajaran di luar bidang keahlian mereka demi menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan.

Ironisnya, di tengah kebutuhan yang tinggi, minat generasi muda untuk menjadi guru justru menunjukkan tren penurunan.

Profesi yang dahulu dianggap mulia dan menjadi cita-cita banyak orang, kini mulai ditinggalkan. Faktor kesejahteraan, beban kerja, hingga ketidakpastian status kepegawaian disebut-sebut menjadi alasan utama rendahnya minat tersebut.

Sejumlah pihak menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak segera ditangani secara serius oleh pemangku kebijakan, dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan di daerah.

“Kalau kekurangan guru ini terus terjadi, yang jadi korban adalah siswa. Mereka tidak mendapatkan pembelajaran yang maksimal,” ungkap salah satu Ketua LSM LP2KN AndieBugiees di Provinsi Jambi, Salah satu LSM yang Memang Berkecimpung di lingkungan pendidikan, Kamis (09/04/2026).

Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjab Barat Eva saat di konfirmasi terkait Kekurangan Tenaga Guru Pendidik Kabid mengatakan memang Kabupaten Tanjab Barat masih kekurangan Tenaga Pendidik/Guru,” ujarnya.

Selain itu, distribusi guru yang dinilai belum merata juga memperparah keadaan. Sekolah di wilayah perkotaan cenderung lebih terpenuhi, sementara daerah pelosok masih tertinggal.

Hingga saat ini, belum terlihat langkah strategis yang benar-benar menyentuh akar persoalan.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada angka, tetapi juga pada kualitas dan pemerataan tenaga pendidik.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di Tanjab Barat. Tanpa pembenahan menyeluruh, krisis guru bukan hanya sekadar isu tahunan, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi daerah. (HS)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *