Negara Abai? Siswa SMP di Sukajadi Diangkut Bak Terbuka Bertahun-tahun Tanpa Tindakan
Sumedang , RBO– Di tengah gencarnya kampanye keselamatan berlalu lintas dan perlindungan anak oleh pemerintah, fakta di lapangan justru berbicara sebaliknya.
Di Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, puluhan siswa SMP setiap hari masih diangkut menggunakan mobil bak terbuka—kendaraan yang secara jelas tidak diperuntukkan bagi angkutan penumpang.
Ironisnya, praktik ini bukan kejadian baru. Berdasarkan penelusuran awak media pada 1 April 2026, fenomena tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.
Awak media bahkan menyaksikan langsung kendaraan bak terbuka melintas di jalan raya dengan muatan siswa yang duduk sembarangan, tanpa pengaman, tanpa standar keselamatan, seolah nyawa menjadi hal yang bisa dipertaruhkan setiap harinya.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya yang selama ini terpendam.
Pernyataan tersebut mempertegas adanya pembiaran sistematis. Baik dari tingkat desa, aparat penegak hukum, hingga dinas terkait, dinilai belum menunjukkan respons nyata terhadap kondisi yang berpotensi membahayakan nyawa anak-anak.
Padahal, jika merujuk pada aturan lalu lintas, penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang jelas melanggar ketentuan keselamatan. Selain itu, aspek perlindungan anak juga seharusnya menjadi prioritas utama negara, bukan justru diabaikan.
Lebih jauh, kondisi ini semakin menimbulkan tanda tanya ketika diketahui bahwa fasilitas pendidikan di wilayah tersebut sebenarnya sudah tersedia. SMP satu atap di Sukajadi bahkan telah direvitalisasi pada tahun 2025 dan dinilai layak secara sarana maupun tenaga pengajar.
Namun realitas di lapangan menunjukkan, akses dan sistem transportasi yang tidak aman justru menjadi “jebakan risiko” bagi para siswa yang menempuh jarak sekitar 15 kilometer setiap harinya.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana peran negara ketika praktik berbahaya ini berlangsung bertahun-tahun?
Masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dinas Perhubungan, serta Satuan Lalu Lintas dan Polsek Wado untuk segera turun tangan.
Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak dilakukan, bukan hanya untuk menindak pelanggaran, tetapi untuk memastikan keselamatan generasi muda yang setiap hari berada di ujung risiko.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya kelalaian yang terjadi—melainkan kegagalan dalam melindungi hak dasar anak atas keselamatan. (Rio)
