Setahun Dibiarkan Putus! Jalan Vital Sukamanah Jadi Bukti Dugaan Kelalaian Pemerintah

0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Sumedang, RBO — Sudah hampir satu tahun jalan kabupaten penghubung Desa Sukamanah, Kecamatan Jatinunggal, menuju Desa Mekarasih hingga Ciranggem, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, terputus total tanpa penanganan nyata.

Kondisi ini bukan sekadar kerusakan biasa. Jalan yang menjadi akses vital antar desa itu kini tak bisa dilalui kendaraan roda empat dan hanya menyisakan jalur darurat bagi roda dua.

Ironisnya, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan, memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur krusial.

Dari hasil penelusuran awak media, Asep, warga sekaligus Kasi Desa Sukamanah, membenarkan bahwa jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, namun terkesan diabaikan.

Pengajuan sudah dilakukan sejak akhir 2025. Bahkan beberapa minggu lalu ada survei dari kecamatan. Tapi sampai sekarang tidak jelas kelanjutannya, tegas Asep.

Jalan ini merupakan satu-satunya jalur alternatif warga menuju wilayah Jatigede–Cisitu. Tanpa akses tersebut, warga dipaksa memutar melalui jalur Wado dengan jarak yang diperkirakan mencapai tiga kali lebih jauh.

Dampaknya bukan hanya soal waktu tempuh, tetapi juga meningkatnya biaya operasional dan terganggunya aktivitas ekonomi warga.

Para petani, pelaku usaha kecil, hingga warga yang bergantung pada mobilitas harian kini harus menanggung beban akibat akses yang tak kunjung diperbaiki. Distribusi hasil kebun terhambat, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.

 

Asep juga menegaskan bahwa Kepala Desa Sukamanah, Tocin, telah menjalankan kewenangannya dengan mengajukan perbaikan. Namun, mandeknya realisasi justru menimbulkan pertanyaan besar di tingkat kabupaten.

Dari desa sudah maksimal. Tinggal realisasi dari atas. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan, tambahnya.

Fakta bahwa jalan vital ini dibiarkan rusak hingga satu tahun lebih, meski telah diajukan dan bahkan disurvei, menjadi sorotan serius.

Publik mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas infrastruktur yang layak.

Sorotan pun mengarah kepada Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, untuk segera memberikan jawaban dan tindakan konkret, bukan sekadar janji atau survei tanpa hasil.

Warga berharap pemerintah tidak lagi menutup mata. Sebab bagi mereka, jalan ini bukan sekadar penghubung desa—melainkan urat nadi kehidupan yang kini terputus akibat lambannya penanganan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan semakin terkikis. (Rio)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *