Warga Pangkalan Kerinci Kecewa, Penukaran Uang Sulit Diakses, Diduga Dimanfaatkan Oknum
PANGKALAN KERINCI, RBO – Sejumlah warga Pangkalan Kerinci mengaku kecewa lantaran layanan penukaran uang baru menjelang Idulfitri sulit diakses dengan batasan waktu, yang biasa digunakan tidak dapat dibuka, sementara saat mendatangi bank secara langsung, nasabah justru mendapat jawaban bahwa stok uang pecahan yang ingin ditukar sedang tidak tersedia.
Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat. Salah seorang nasabah di salah satu bank di Pangkalan Kerinci, Agustiar mengaku telah mencoba melakukan penukaran melalui aplikasi, namun gagal mengakses layanan tersebut.
“Lewat aplikasi tidak bisa diakses. Datang langsung ke bank, katanya uang yang mau ditukar tidak ada. Apakah sudah dimonopoli orang tertentu? Setiap tahun biasanya mudah, tapi Lebaran tahun ini masyarakat seperti dirugikan,” ujar Agustiar, Selasa (4/3/2026).
Di sisi lain, beredar informasi di media sosial maupun grup marketplace Facebook adanya sejumlah oknum yang menawarkan jasa penukaran uang melalui toko atau tempat usaha di wilayah Pangkalan Kerinci. Bahkan, penukaran uang pecahan senilai Rp500 ribu dibanderol hingga Rp600 ribu sesuai pecahan yang diinginkan.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan praktik tersebut marak terjadi menjelang Lebaran, memanfaatkan tingginya kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil untuk tradisi berbagi kepada anak-anak dan keluarga.
Warga menduga adanya praktik percaloan yang mengambil keuntungan dari kelangkaan uang pecahan di bank. Mereka pun meminta pihak perbankan serta aparat penegak hukum turun tangan menertibkan oknum-oknum yang diduga memperjualbelikan jasa penukaran uang dengan tarif tinggi.
“Kami minta pihak bank maupun aparat menertibkan oknum yang menjamur ini. Jangan sampai masyarakat kecil yang dirugikan,” tambah nasabah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perbankan terkait kendala akses aplikasi maupun ketersediaan stok uang pecahan di Pangkalan Kerinci.
Masyarakat berharap ada solusi cepat agar kebutuhan penukaran uang menjelang Hari Raya dapat terpenuhi tanpa harus membayar lebih mahal melalui jalur tidak resmi. (Sur)
