Pemkab Pelalawan Ikuti Rilis Nasional BRIN terkait Indeks Daya Saing Daerah 2025

0 0
Read Time:2 Minute, 18 Second

PELALAWAN, RBO – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali merilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 pada Selasa (24/2/2026). Kegiatan rilis nasional tersebut diikuti Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di Ruang Rapat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pelalawan.

IDSD merupakan instrumen pengukuran yang disusun secara rutin oleh BRIN untuk menilai tingkat produktivitas dan daya saing provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia.

Indeks ini menjadi salah satu referensi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, khususnya sebagai acuan dalam perencanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berbasis data dan inovasi.

Dalam rilis IDSD Tahun 2025 yang diumumkan pada Februari 2026, pengukuran dilakukan berdasarkan empat komponen utama, yakni lingkungan penguat (enabling environment), sumber daya manusia (SDM), pasar (market), dan ekosistem inovasi (innovation ecosystem).

Keempat komponen tersebut menjadi tolok ukur dalam melihat kesiapan dan kemampuan daerah untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.

Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM., yang diwakili oleh Asisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan, Drs. H. Fahkrizal, M.Si., didampingi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Rinto Rindaldi, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa IDSD memiliki peran strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah.

“Indeks Daya Saing Daerah menjadi rujukan data yang sangat penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan, memetakan potensi dan keunggulan, serta mengidentifikasi tantangan produktivitas dan daya saing daerah,” ujar Fahkrizal.

Ia menambahkan, IDSD diharapkan mampu menunjang prioritas pembangunan daerah, di antaranya penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, serta percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, IDSD juga menjadi dasar dalam memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data, riset, dan inovasi.

Berdasarkan hasil rilis tersebut, Kabupaten Pelalawan memperoleh skor 3,44 dan menempati peringkat ke-8 di Provinsi Riau untuk Tahun 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa tingkat daya saing Kabupaten Pelalawan berada pada kategori cukup baik, namun tetap memerlukan peningkatan di sejumlah indikator agar mampu bersaing lebih optimal di tingkat provinsi maupun nasional.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan menilai hasil ini sebagai bahan evaluasi dan refleksi bersama seluruh perangkat daerah untuk memperkuat sinergi lintas sektor.Peningkatan kualitas SDM, penguatan iklim investasi, percepatan digitalisasi layanan publik, serta pengembangan inovasi daerah menjadi beberapa fokus yang akan terus didorong kedepan.

Zoom Meeting rilis IDSD tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Dinas Pendidikan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pelalawan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan interaktif.

Melalui partisipasi aktif dalam rilis IDSD ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan daya saing daerah secara terukur dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong Pelalawan menjadi daerah yang adaptif, inovatif, serta memiliki daya saing kuat dalam menghadapi dinamika pembangunan di masa mendatang. (Sur)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *