Pasca Banjir, Karhutla Kembali Terjadi di Kabupaten Pelalawan, Riau 

0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

PELALAWAN, RBO – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan, Riau, setelah banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah dilaporkan surut total. Peristiwa kebakaran terpantau pada Senin (26/1/2026) di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti.

Api diketahui membakar lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar serta kebun kelapa sawit milik masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kebakaran terjadi di kawasan Kanal Koperasi, Kelurahan Teluk Meranti. Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus berlangsung dan belum sepenuhnya dapat dikendalikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan, menjelaskan bahwa api pertama kali terpantau sejak Sabtu (24/1/2026). Tim gabungan yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian langsung diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman.

“Api terpantau sejak Sabtu kemarin. Tim terdekat langsung kita turunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Zulfan.

Menurutnya, BPBD Pelalawan bersama Dinas Pemadam Kebakaran telah mengerahkan empat personel ke lokasi kebakaran. Upaya pemadaman juga melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat.

Tim gabungan hingga kini masih berjibaku memadamkan api dan menghilangkan kepulan asap yang terus muncul. Kendala utama di lapangan adalah kondisi lahan yang merupakan tanah gambut, sehingga api sulit dipadamkan secara tuntas meski telah menggunakan peralatan pemadam kebakaran.

“Sementara ini luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari lima hektare. Proses pemadaman masih terus dilakukan dan tim tetap siaga di lokasi,” jelas Zulfan.

Ia menambahkan, karakteristik tanah gambut membuat api mudah kembali menyala meski terlihat sudah padam di permukaan. Bara api kerap bersembunyi di dalam lapisan tanah atau sisa tunggul kayu, sehingga membutuhkan penanganan ekstra untuk memastikan titik api benar-benar hilang.

“Pada lahan gambut, yang paling penting adalah memastikan tidak ada lagi bara di dalam tanah. Kalau masih ada, api bisa muncul kembali sewaktu-waktu,” tambahnya.

Zulfan juga membenarkan bahwa operasi pemadaman darat telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut sejak Sabtu lalu. Hingga Senin sore, upaya pendinginan dan pemadaman masih dilakukan secara intensif guna mencegah meluasnya kebakaran.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim rawan Karhutla. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing guna mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran yang lebih luas. (Sur)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *