Investasi Sumedang Menembus Rp 5,5 Triliun
Sumedang, RBO – Tim Kordinasi Investasi Daerah (TKID) salah satu forum yang sangat penting dan strategis. Mengingat bahwa untuk peningkatan laju ekonomi Kabupaten Sumedang dari empat indikator.
“Pertama Government spending, konsumsi masyarakat,ekspor inpor salah satunya investasi. Paling penting adalah bahwa ditengah keterbatasan sumber daya anggaran saat ini. Tentu yang paling kita kedepankan dari sisi investasi. Triwulan bulan ini dan akhir tahun 2025 investasi Sumedang menembus 5,5 triliyun,” kata Tuti Ruswati setelah memimpin langsung Rapat Koordinasi Tim Kordinasi Investasi Daerah (TKID) di Ruang Rapat Baperida, Rabu (21/1/2025)
Tuti menyebutkan, intinya bahwa bagaimana kesiapan kita menyambut para investor dengan peluang investasi banyak.
“Tetapi dari sisi SDM, untuk memfasilitasi para investor lebih nyaman, ramah, perijinan cepat, ego sektor dari masing-masing OPD ini bisa disatukan. Maka tim kordinasi ini merupakan salah satu strategi agar semua terkordinasi dengan baik dibawah komando DPMPTSP,”kata Tuti.
Tuti menjelaskan, Sumedang telah membangun platform Sumedang Investment Experience SIX.
“Ini perlu dilengkapi data-data peluang investasi kemudian Investment Project Ready to Offer (IPRO), harus lebih diperbanyak,”jelasnya
Dikatakan Tuti, dalam rapat dibahas bagaimana kita menentukan IPRO dan melengkapi IPRO-IPRO seluruh investasi yang ada di Kabupaten Sumedang.
“Sehingga dengan potensi investasi kawasan industri rebana ditengah keterbatasan kita dari sisi lingkungan harus diperhatikan dan lainya maka IPRO sangat penting. Sehingga pada saat investor datang kita sudah menyajikan data yang lengkap mulai dari ketersedian lahan, perijinan dan keuntungan investasi dan lainnya. Mohon dukungannya investasi di Kabupaten Sumedang lebih meningkat lagi,” pungkasnya. (Nbbn)
