Bupati Pelalawan Perkuat Sinergi Pemda dan Pusat dalam Percepatan Infrastruktur
PELALAWAN, RBO – Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui audiensi dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Diana Kusumastuti, M.T., yang berlangsung di Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta Selatan, Selasa (13/01/2026).
Audiensi tersebut menjadi bagian dari strategi jemput bola Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur strategis, terutama di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah.
Bupati Pelalawan menilai, dukungan Pemerintah Pusat sangat krusial guna memastikan keberlanjutan pembangunan, khususnya infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, serta keselamatan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Zukri memaparkan secara rinci sejumlah usulan prioritas pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Pelalawan.
Usulan tersebut meliputi peningkatan Jalan Lintas Bono yang merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi hasil perkebunan serta perikanan, pembangunan Jalan Lingkar Pulau Mendol sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah kepulauan, serta penanganan Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera yang menjadi urat nadi transportasi regional dan nasional.
Selain infrastruktur jalan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga mengusulkan pembangunan dan penguatan pengaman tebing sungai serta laut di sejumlah titik rawan.
Upaya ini dinilai penting untuk mengantisipasi ancaman banjir, abrasi, dan longsor yang kerap terjadi, khususnya di wilayah pesisir dan bantaran sungai, yang berdampak langsung terhadap permukiman warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum.
“Infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi fondasi utama dalam membuka akses wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta melindungi warga dari risiko bencana alam. Dengan keterbatasan kemampuan keuangan daerah, dukungan dan intervensi Pemerintah Pusat sangat kami harapkan agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan merata,” ujar Bupati Zukri di hadapan Wakil Menteri PU.
Bupati Zukri juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang direncanakan sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Pelalawan yang berorientasi pada pemerataan pembangunan antarwilayah, penguatan kawasan pesisir dan kepulauan, serta peningkatan konektivitas daerah dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau dan Sumatera.
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Pelalawan, yakni Asisten II Setda Pelalawan Drs. H. Fakhrizal, M.Si., Kepala Dinas PUPR Irham Nisbar, S.T., M.T., Plt. Kepala Bappeda Arizon Nur, S.P., M.Si., Plt. Kepala Dinas Pertanian Ir. Budi Surlani, serta Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda T. M. Syukran, S.Sos., M.E.
Kehadiran jajaran teknis tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan detail terkait kondisi lapangan, kesiapan perencanaan, serta urgensi masing-masing usulan pembangunan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI Ir. Diana Kusumastuti, M.T. menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum akan mempelajari dan menindaklanjuti usulan tersebut sesuai dengan kewenangan kementerian, ketersediaan anggaran, serta sinkronisasi dengan perencanaan pembangunan nasional.
Wamen PU juga menekankan pentingnya keselarasan antara program daerah dan kebijakan nasional, termasuk kesiapan dokumen perencanaan teknis, agar usulan pembangunan dapat masuk dalam program prioritas kementerian.
Audiensi ini sekaligus menegaskan komitmen Bupati Pelalawan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat daerah melalui penguatan koordinasi lintas pemerintahan.
Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap, melalui sinergi yang solid antara Pemerintah Pusat dan Daerah, percepatan pembangunan infrastruktur strategis dapat segera terealisasi, sehingga mampu meningkatkan konektivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Pelalawan secara berkelanjutan. (Sur)
