Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Kota Tasik Jelaskan Alasan Gagal Lelang 4 Paket DAK Disdik 

TASIKMALAYA, RBO – Pemerintahan Kota Tasikmalaya sempat menjadi peringkat pertama dalam anugerah yang digelar Kemendagri untuk kategori penyerapan anggaran tertinggi realisasi belanja daerah dari tahun 2020 ke 2021.

Namun, prestasi tersebut bertolak belakang dengan serapan Dana Alokasi Fisik 2022 di Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

Tahun ini, ada 4 paket proyek rehabilitasi yang sudah dicap akan mengalami gagal lelang, 1 paket rehabilitasi di Bidang PSD dan 3 paket rehabilitasi di Bidang SMP.

Nilainya cukup funtastis, dikisaran 1,2 milyar lebih, Pemkot Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan tidak menyerap anggaran DAK fisik.

Siapa yang dikorbankan?, Tentunya sekolah yang kemarin mendambakan bantuan itu, namun terpaksa dengan lapang dada, harus legowo lantaran sekolahnya gagal mendapat bantuan fisik.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Aset Setda Kota Tasikmalaya Budi Martanova, ST, MM membenarkan jika sejumlah paket pekerjaan rehabilitasi di Dinas Pendidikan gagal lelang.

Budi menyebut, pelaporan maksimal kontrak syarat lelang tanggal 21 Juli 2022. Namun, terkendala karena ada keterlambatan dari dinas tersebut.

Budi menjelaskan, 4 paket itu tidak bisa dilelang ulang, karena dibatasi oleh pelaporan kontrak, kalau ditayangkan lagi sesudah batas waktu, semua paket lelang akan jadi beban Pemkot Tasikmalaya..

Makanya, Budi sempat menyarankan kepada orang dinas, kalau mau kembali ditayangkan ulang, harus tanya dulu ke BPKAD, sanggup tidak untuk membayar sekian miliar dari paket pekerjaan DAK fisik yang lewat batas waktu pelaporan.

“Kali ULP, siap kapan saja untuk tayang ulang lelang. Tapi tanya dulu ke BPKAD, sanggup tidak untuk mendanai proyek milyaran tersebut. Sebab, dari awalnya kan 4 paket pekerjaaan ini dibiayai oleh DAK, kalau telat laporan kontrak, otomatis jadi beban ABPBD Kota Tasikmalaya,” pungkas Budi. (Yoga).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *